PRAKARSA | Untuk Bumi Kita (UBUKI) Solusi Limbah Coverall, Memberi Dampak Berganda

  December 18, 2024
PRAKARSA | Untuk Bumi Kita (UBUKI) Solusi Limbah Coverall, Memberi Dampak Berganda

  December 18, 2024

Berawal dari kepedulian terhadap limbah coverall yang terus menumpuk, Perwira PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menginisiasi program Untuk Bumi Kita (UBUKI). Prakarsa ini menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan limbah sekaligus wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Dengan mengubah limbah coverall bekas menjadi produk bernilai guna, UBUKI tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan tetapi juga memperkuat peran sosial Perusahaan melalui pemberdayaan masyarakat lokal.

 

Di lingkungan kerja industri hulu migas, keselamatan adalah prioritas utama. Salah satu langkah penting untuk memastikan keselamatan Perwira adalah kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa coverall. Coverall yang digunakan mayoritas berbahan poliester dan aramid, material sintetis yang kuat dan tahan api. Namun, di balik fungsi perlindungannya, material ini memiliki masalah lingkungan: proses dekomposisinya memakan waktu hingga 200 tahun (Cobbing & Vicare, 2016).

 

Setiap tahunnya, PHM mengumpulkan ratusan coverall bekas dari berbagai lapangan kerja. Pada 2023 saja, lebih dari 800 coverall bekas (setara 900 kg limbah) terkumpul, dengan jumlah yang terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan keamanan, terutama karena logo perusahaan dan identitas Perwira masih melekat pada material tersebut.

 

 

 

Menjawab tantangan ini, PHM meluncurkan program Untuk Bumi Kita (UBUKI) pada Mei 2023. Program ini lahir dari kolaborasi dua Perwira SPS yaitu: Johanes Anton Witono (Production Superintendent Senipah Terminal & Right-of-Way) dan Guntur Darja Wijaya (Environment Supervisor); serta dua Perwira PHM di Balikpapan yaitu: Rininta Triananda Noor, dan Nadia Sartika (Environment Engineer PHM Balikpapan); sekaligus dengan Yayasan Langkah Bumi Sirkular (YLBS) di Bandung.

 

YLBS, yang fokus pada pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat, mengubah coverall bekas menjadi sepatu ramah lingkungan. Kain coverall digunakan sebagai bahan utama, sedangkan tali sepatu dibuat dari plastik daur ulang Polyethylene Terephthalate (PET). Produksi sepatu ini juga memberdayakan pengrajin lokal, menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendukung UMKM.

 

Program UBUKI diresmikan pada 12 Mei 2024 oleh General Manager Zona 8, Setyo Sapto Edi, bersama jajaran manajemen PHM. Hingga kini, UBUKI telah menghasilkan sepatu yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan nilai tambah secara sosial dan lingkungan.

 

 

 

Dampak Positif Program UBUKI

Program UBUKI menciptakan dampak berganda yang sejalan dengan visi keberlanjutan PHM. Beberapa dampak positifnya meliputi:

 

Mengurangi timbulan limbah tekstil: UBUKI memperpanjang siklus hidup material coverall bekas, mencegahnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Memberdayakan masyarakat lokal: program ini membuka lapangan kerja bagi 65 orang, meningkatkan keterampilan pengrajin, dan mendukung UMKM.

Mendukung ekonomi sirkular: dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku, UBUKI mempromosikan konsep reduce, reuse, recycle.

Meningkatkan reputasi perusahaan: program ini memperkuat citra positif  PHI-Regional 3 Kalimantan dan PHM sebagai perusahaan yang peduli lingkungan dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

 

 

 

Dampak positif yang dihasilkan oleh program UBUKI tidak hanya dirasakan secara langsung oleh lingkungan dan masyarakat, tetapi juga mendapatkan berbagai apresiasi dan pengakuan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa inisiatif sederhana yang dijalankan dengan komitmen tinggi dapat memberikan dampak yang luas.

 

Pengakuan tersebut datang dalam berbagai bentuk, mulai dari dukungan internal di manaDirektur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengenakan produk UBUKI pada acara "Breakfast with CEO & Launching Sustainability Accelerator Program (SNAP)" di Grha Pertamina, Juni 2024.

 

Langkah ke Depan

Melalui UBUKI, PHM membuktikan bahwa limbah dapat menjadi sumber daya bernilai tinggi. Visi ke depan program ini adalah memperluas dampaknya, baik dengan meningkatkan kapasitas produksi maupun mereplikasi program di wilayah lain.

 

Dengan memberdayakan lebih banyak UMKM dan komunitas lokal, UBUKI diharapkan menjadi model inovasi keberlanjutan yang menginspirasi industri lainnya.

 

“Dengan UBUKI, PHM tidak hanya mengatasi tantangan lingkungan tetapi juga menciptakan peluang. Ini adalah bukti nyata bahwa keberlanjutan bisa diwujudkan melalui langkah-langkah inovatif,” ujar Setyo Sapto Edi. Melalui program ini, PHM berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan, menjaga lingkungan, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, UBUKI adalah karya hebat yang merefleksikan kepedulian dan tanggung jawab PHM terhadap bumi kita.

 

DOWNLOAD