FOKUS CSR | Sekolah Negeri Terapung: Harapan Baru bagi Pendidikan di Pesisir Kalimantan Timur

  December 18, 2024
FOKUS CSR | Sekolah Negeri Terapung: Harapan Baru bagi Pendidikan di Pesisir Kalimantan Timur

  December 18, 2024

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia,” ujar Nelson Mandela. Pendidikan merupakan kesempatan emas bagi setiap orang untuk meraih mimpi. Sayangnya, masih ada masyarakat Indonesia yang kesulitan mengakses pendidikan, tidak terkecuali di Kalimantan Timur. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) turut berkontribusi mengatasi tantangan ini melalui program Sekolah Negeri Terapung untuk menjawab kebutuhan masyarakat pesisir yang tinggal di atas perairan. Bagaimana program ini mengubah wajah pendidikan di pesisir Kalimantan Timur?

 

Wilayah Desa Sepatin yang berada terapung di atas Sungai Mahakam.

 

Desa Tani Baru dan Desa Sepatin adalah contoh desa pelosok di Kalimantan Timur yang sulit dijangkau. Dari Kota Samarinda akses ke kedua desa ini hanya dapat dilakukan melalui jalur laut, yang melintasi muara-muara sungai menuju delta di lepas pantai. Perjalanan ke desa-desa ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam menggunakan speedboat, atau 4-5 jam dengan kapal kayu tradisional dari Kota Samarinda. Bagi pengguna kapal kayu, waktu tempuh memakan waktu lebih lama serta berisiko tinggi atas ancaman satwa liar, seperti buaya muara.

 

Selain akses yang terbatas, kondisi fasilitas dasar seperti air dan listrik juga menjadi kendala. Di Desa Tani Baru, listrik hanya tersedia selama 12 jam per hari, dari pukul 6 sore hingga 6 pagi, sehingga tidak tersedia listrik pada jam-jam belajar pagi hari. Bagi penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, penghasilan yang tidak menentu turut memengaruhi tingkat kesejahteraan dan keterjangkauan pendidikan anak-anak mereka. Tantangan ini juga diperparah dengan minimnya sarana penunjang pembelajaran serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

 

Kondisi ini menjadi gambaran nyata dari enam sekolah di wilayah Delta Mahakam, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Oleh karena itu, pada tahun 2020, PHM berinisiatif mendirikan program Sekolah Negeri Terapung yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 014, SDN 016, SDN 017 Anggana, dan SMPN 4, SMPN 5, serta SMPN 6 Anggana. Sebuah asa untuk membuka pintu harapan baru bagi generasi penerus setempat.

 

Program Sekolah Negeri Terapung

 

Melalui program Sekolah Negeri Terapung, PHM menjalankan berbagai inisiatif, termasuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah, renovasi rumah guru, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai sumber energi, serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi guru-guru lokal. Selain itu, Sekolah Negeri Terapung juga memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler hingga mendirikan Bank Sampah Sekolah untuk mendukung konsep edupreneurship.

 

Untuk mengatasi tantangan geografis, program ini juga menginisiasi pembangunan jembatan kayu yang menghubungkan desa-desa di wilayah tersebut, sehingga mobilitas siswa lebih terbantu. Untuk mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan, PHM meluncurkan program Solar Home System (SHS) dengan memanfaatkan tenaga surya.

 

 

Program ini menyediakan sumber energi terbarukan di enam sekolah terpencil di Delta Mahakam serta memasang SHS di rumah-rumah warga yang tinggal di atas laut tanpa akses listrik. Dengan adanya sarana ini, siswa Sekolah Negeri Terapung di Desa Tani Baru dan Desa Sepatin dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk belajar secara optimal.

 

Program Sekolah Negeri Terapung tidak hanya membantu para siswa menikmati fasilitas pendidikan yang layak. Bagi para guru, program ini pun dapat memberikan manfaat yang cukup besar, salah satunya memberi kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan keterampilan mengajar melalui pelatihan-pelatihan.

 

Selain dukungan dalam bentuk sarana dan prasarana, PHM juga berkolaborasi dengan lembaga mitra untuk mendorong lulusan SMA dari wilayah terpencil agar dapat mengakses pendidikan tinggi melalui program beasiswa. Program ini menyediakan beasiswa untuk tiga siswa mulai dari semester I pendidikan  hingga lulus perkuliahan. Perusahaan juga memfasilitasi akses kepada siswa yang memiliki keterbatasan finansial untuk mengikuti dan mempersiapkan diri dalam seleksi beasiswa pemerintah.

 

Sekolah Negeri Terapung telah meraih pengakuan nasional dan internasional. Salah satu pencapaian gemilang adalah Silver Award pada ajang 16th Global CSR Award di Hanoi, Vietnam. Penghargaan ini membuktikan komitmen PHM dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui pendidikan.

 

Sustainability Compass

 

Dengan segala keterbatasan yang ada, program Sekolah Negeri Terapung membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir di Delta Mahakam. Selain menjawab kebutuhan pendidikan, program ini juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi komunitas setempat. Melalui Sekolah Negeri Terapung, PHM berharap dapat memutus rantai keterbatasan dan membawa generasi muda menuju masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat dan dedikasi, inisiatif ini diharapkan terus berkembang, membawa perubahan berarti bagi masyarakat pelosok Kalimantan Timur.

 

DOWNLOAD